Selasa, 29 Agustus 2017

PENDEKATAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN POSO 2016-2021


Pendekatan Pembangunan Daerah Kabupaten Poso 2016-2021

Dalam rangka pencapaian visi dan misi yang diuraikan dalam tujuan dan sasaran, penyusunan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan. Strategi adalah langkah- langkah  berisikan  program-program indikatif  untuk  mewujudkan  visi  dan misi. Sementara, kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Dalam kerangka tersebut, Pemerintah Kabupaten Poso merumuskan strategi dan arah kebijakan perencanaan  pembangunan daerah  secara komprehensif untuk mencapai tujuan  dan  sasaran  RPJMD  dengan  efektif  (berdaya  guna)  dan  efisien (berhasil guna). Secara umum, untuk mendorong perwujudan visi dan misi periode  2016-2021  Pemerintah  Kabupaten  Poso  mengupayakan  sinergi empat pemangku kepentingan pembangunan, yaitu pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha,. RPJMD Kabupaten Poso 2016-
2021  memuat  ciri  atau  karakter  pembangunan  yang  menggunakan  tiga

pendekatan  utama.  Ketiga  pendekatan  utama  tersebut  yakni  Holistik

Tematik, Integratif dan Spasial.

Holistik-Tematik bermakna bahwa program pembangunan daerah bersifat menyeluruh yaitu dilaksanakan oleh beberapa dinas melibatkan berbagai program, serta berorientasi ada keterkaitan satu sama   dan melibatkan segala aspek kehidupan masyarakat. Tematik berarti pembangunan daerah memiliki fokus tertentu yang didukung oleh semua dinas baik modal kapital maupun modal manusia.   Integratif bermakna menyatukan semua semua sektor dalam pembangunan daerah. Semua kegiatan dan program saling terkait dan memiliki koneksi yang kuat   dan tidak terpisahkan. Semua saktor saling mendukung sektor lain dan bukannya saling meniadakan. Setiap program dan kegiatan adalah bagian dari satu tujuan  yang  lebih  besar  yaitu  peningkatan  kesejahteraan  masyarakat. Spasial bermakna program yang dirancang didasarakan pada pertimbangan aspek kewilayahan baik dari sisi sumber daya manusia, aspek kondisi alam, bahan baku dan pasar. Konsep ini mendukung pembangunan daerah yang lebih  efisien  dan  berdaya  guna  dengan  mendekatkan    produksi,  proses



produksi   dan pasar. Tujuan utama konsep spasial adalah meningkatkan daya dukung lingkungan dan pertumbuhan pembangunan daerah.
Secara spasial, dengan mengacu pada Peraturan Daerah No. 08 tahun

2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Poso Tahun

2012-2032, di Kabupaten Poso terdapat 5 (lima) Sub Wilayah Pengembangan

(SWP), yaitu :



Tabel 6.1. Lima Sub Wilayah Pengembangan (SWP) di Kabupaten Poso


SWP

Kecamatan

Zona

Fungsi Kawasan
Lindung

Fungsi Kawasan Budidaya







SWP 1
§  Poso Pesisir
Utara
§  Poso Pesisir
§  Poso Pesisir
Selatan
§  Poso Kota
§  Poso Kota
Utara
§  Poso Kota
Selatan
§  Lage






Zona
Utara


§    Kawasan Hutan
Lindung
§    Sempadan
pantai, sungai dan sekitar danau
§    Kawasan Rawan
Bencana Alam
§    Cagar Budaya
(Heritage)
§ Kawasan Hutan Produksi
§ Kawasan Pertanian lahan basah
§ Kawasan perkotaan dan pemukiman.
§ Kawasan pertambangan galian
C
§ Kawasan perikanan tangkap
§ Kawasan pusat regional dan
pemasaran
§ Kawasan industri pengolahan
§ Kawasan pariwisata (pantai,
Haritage)





SWP 2




§  Lore Utara
§  Lore Tengah




Zona Tengah Barat
§  Tanam Nasional
§  Kawasan Hutan
Lindung
§  Kawasan Sekitar mata air
§  Kawasan rawan
bencana alam
§  Cagar Budaya
(Situs)

§ Kawasan hutan produksi
§ Kawasan pertanian
§ Kawasan pemukiman terbatas
§ Kawasan industri non polutan
§ Kawasan perikanan air tawar
§ Kawasan pariwisata




SWP 3

§  Pamona
Utara
§  Pamona
Barat
§  Pamona
Timur



Zona Tengah Timur
§  Kawasan hutan lindung
§  Kawasan sekitar Waduk/bendung PLTA
§  Kawasan Rawan
bencana
§ Produksi hasil hutan dan
perkebunan
§ Kawasan pertanian
§ Kawasan pemukiman terbatas
§ Kawasan pariwisata
§ Kawasan simpul distribusi
§ Pertambangan galian C




SWP 4



§  Lore Barat
§  Lore Selatan



Zona Tengah Timur
§  Taman Nasional
§  Kawasan Hutan
Lindung
§  Kawasan sekitar Waduk/bendung PLTA
§  Kawasan Rawan bencana

§ Industri pengolahan
§ Kawasan hutan produksi
§ Kawasan pertanian terbatas
§ Kawasan permukiman terbatas
§ Kawasan industri non polutan
§ Kawasan pariwisata

SWP

Kecamatan

Zona

Fungsi Kawasan
Lindung

Fungsi Kawasan Budidaya



SWP 5


§  Pamona
Selatan


Zona Timur Tenggara
§  Kawasan Hutan
Lindung
§  Kawasan sekitar danau
§  Kawasan sekitas
mata air
§ Kawasan produksi perkebunan
§ Kawasan pertanian terbatas
§ Kawasan permukiman terbatas
§ Kawasan pariwisata
§ Kawasan perikanan air tawar





SWP

Kecamatan

Zona

Fungsi Kawasan
Lindung

Fungsi Kawasan Budidaya



§  Kawasan rawan bencana
§  Kawasan pelestarian ikan sogili





Pengembangan wilayah menjadi urgen dalam mendorong daya saing daerah dengan memperhatikan potensi dan kapasitas sumber daya daerah berbasis keterhubungan (interdependensi) dan keterkaitan (linkage) dalam konteks ekonomi, yaitu antarsektor ekonomi dan keterkaitan antardaerah dalam perekonomian wilayah melalui instrumen forward linkage dan backward linkage. Keterhubungan dan keterkaitan dalam konteks pengembangan wilayah perlu didukung dengan pengembangan kerjasama daerah.
Kerjasama daerah dalam pengembangan wilayah merupakan tuntutan peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah yang hendaknya dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang berdimensi kewilayahan karena adanya keterbatasan sumber daya dan kapasitas pendanaan yang dimiliki. Kerjasama daerah diarahkan untuk memadukan potensi-potensi sosial ekonomi yang masih bersifat kedaerahan menjadi lebih bersifat regional, sehingga kemampuan pembiayaan aktivitas- aktivitas pembangunan swasta maupun oleh masyarakat dapat lebih kuat baik dari sisimanajemen maupun sisi anggaran.  Kabupaten Poso sebagai wilayah yang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, memiliki  posisi  geografis  yang  sangat  strategis  karena  tepat  berada  di tengah-tengah Pulau Sulawesi. Maknanya adalah kerjasama daerah sangat bersifat  strategis  dan  sebagai  kebutuhan,  sehingga  kebijakan  kerjasama antar daerah dalam pengembangan wilayah menjadi hal yang penting untuk dikembangkan. Kerjasama sama antar daerah dengan daerah yang berdekatan dan berbatasan langsung, seperti Kabupaten Parigi Moutong, Sigi Biromaru,  Tojo  Una-una,  Luwu  Utara  (Sulsel),  Morowali  Utara  maupun dengan daerah yang tidak berbatasan secara langsung, seperti Kota Palu, Kota Gorontalo, Kabupaten Banggai dan Kota Palopo akan memberikan peluang yang semakin besar bagi pengembangan sektor-sektor unggulan.







Mengacu pada isu-isu strategis, lima Sub Wilayah Pengembangan (SWP) RTRW dan dalam upaya mencapai visi-misi Kepala Daerah terpilih, serta  dengan  pendekatan  Holistik-Tematik, Integratif dan  Spasial, maka secara operasional Pemerintah Kabupaten Posomengelompokkan Wilayah Pembangunanke dalamtigazona sesuai karakteristik, historik dan sosiokultur wilayah yaitu :

a. Zona I      :   Meliputi wilayah Kecamatan Poso Kota, Poso Kota Utara, Poso Kota Selatan, Poso Pesisir,Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan, dan Lage dengan prioritas pembangunan di bidang jasa dan usaha perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan yang didukung Prasarana Dasar Perkotaan, dengan Motto : Poso CERDAS(Ceria, Elok, Damai, Adil,dan Sejahtera).

b. Zona II : Meliputi Kecamatan Pamona Utara, Pamona Puselemba, Pamona



Barat, Pamona Selatan, Pamona Tenggara dan Pamona Timur dengan Unggulan pembangunan bidang kepariwisataan yang didukungpertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan dengan menjadikan Danau Poso sebagai Ikon Pariwisata .

c. Zona III : Meliputi Kecamatan Lore Utara, Lore Timur, Lore Peore, Lore Tengah, Lore Selatan dan Lore Barat dengan unggulan pengembangan tanaman hortikultura yang didukung oleh pariwisata, perkebunan, peternakan, pertanian, dan kegiatan lainnya sebagaiPusat Pengembangan Agribisnis,  Agrowisata,  Wana/ekowisata dan arkeowisata”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar